“Hanaman
Saranghanikka,Oppa”
Title :
Hanaman Saranghanikka,Oppa
Author : Hwang Ri Yeon a.k.a Widya P. Eka Putri
Cast : -
Park Hyun ji
- Cho Kyuhyun
[Kyuhyun Suju]
- Kim Jong Woon
[Yesung Suju]
- Choi Hya ra
- Other cast
Genre : Friendship, romance, Sad #cari sendiri ya, aku juga belum tau genre
yang lain #
Length : Chaptered
Rating : PG -15 (?)
Mian kalo ada FF lain yang alurnya sama
seperti FF ini, mungkin hanya kebetulan atau semacamnya,,sebelumnya saya tidak
tahu kalau ada FF yang alurnya sama sepertri FF saya, This is my ORI Fanfict,,
semua dari pemikiran saya sendiri,, mian kalo FF-nya jelek, banyak GAJE dan
anehnya,atau GAK MENARIK sama sekali,typo bertebaran dimana mana,, ...Jeongmal
Mianhae,, Pliss NO BASH!!
Remember, this is just a story,, ENJOY !! I hope you
like it ne ! =D
DO
NOT COPAST ANY SCENE !
Happy readiiiinnnnkk... =D
*REVIEW*
“Hyun Ji-ah”
ucap wanita separuh baya yg memanggilku. Dengan segera aku menutup buku diary yang
belum sempat aku baca, dan beranjak dari kasurku untuk menghampiri wanita yang
memanggilku di samping pintu kamar ku.
“Wae geureyo,
eomma? Jawabku setelah berada di hadapannya. Ya, ternyata eommaku yang
memanggil.
“Kajja, kita ke
bawah. Untuk makan malam, eomma sudah masakkan makanan kesukaanmu malam ini.”
“Oh, ne. Aku
akan menyusul eomma.”
“Aisshh,
geurae. Hajiman, jangan lama-lama appamu sudah menunggumu di bawah!” ucap
eomma, dengan nada yang sedikit naik.
“Ne, eomma”
kataku sambil tersenyum. Eomma segera turun ke bawah untuk menemani appaku.
Setelah aku merapikan buku-buku yang berserakan di atas kasurku, aku pun
melangkah keluar kamar. Dan menuruni tangga dengan anggun layaknya seorang tuan
putri yang cantik. Cantik (?) hehehe, memang diriku ini kan cantik. #jangan
terlalu menghayal tinggi-tinggi, entar jatuh tau rasa.. -_-#
~
~
~
Aku duduk di
samping eommaku.
“Hyun Ji-ah”
panggil appaku.
“Ne?” jawabku
sambil mengambil makanan yang berada di hadapanku.
“Bagaimana
kuliahmu hari ini? “ tanya appa. Yang
membuatku menarik nafas dan membuangnya melalui mulut, sehingga pipiku
mengembung.
“Gwenchana,
hanya saja...” kataku ragu untuk melanjutkan kata-kata selanjutnya. Mana
mungkin aku bilang kalau aku telat masuk kampus, aku pasti kena marah
“Hanya saja apa
Hyun Ji?” kata eommaku yang menyadarkanku dari lamunanku.
“Ahh, anio
eomma. Hanya saja... waktu jam pelajaran perutku kelaparan.. hehe “ ucapku berbohong.
Mianhaeyo eomma,appa. Aku membohongi
kalian.
“Ahh.. sudahlah, kajja kita makan?” ajak appa,
sambil tersenyum kepadaku.
“Ne, appa”
jawabku.
[Hyun Ji’s POV end]
[Kyuhyun’s POV]
@Kyuhyun’s Room
Aku merebahkan
tubuhku di atas kasur yang berbalut sprei warna hijau. Saat aku hendak ingin
memejamkan mataku tiba-tiba ada seseorang yang datang mengagetkanku.
“Kyuhyun-ah!”
kata seorang yeoja yang sangat dekat denganku. Ne, itu adalah Cho Ahra noonaku.
“MWO!” jawabku
kaget,
“Kajja, ikut aku
pergi belanja, aku ingin beli makanan ringan sekarang.” ajak noonaku sambil
menarik-narik lenganku layaknya anak kecil yang merengek naangis ingin di
belikan sesuatu.
“Anio noona,
hari ini aku lelah sekali.”
“Aiigooo,
ayolah kyu.. aku mohon” katanya dengan mata yang berbinar-binar. Aiiisshh, aku
tak tahan dengan smirk wajahnya saat memohon seperti ini.
“Arra, arra..
Geureo, aku akan mengantarkan noona pergi belanja.” Ucapku dengan memutar bola
mataku saat aku sudah terduduk. Dengan masih berpakaian kemeja putih yang
dimasukkan ke dalam celana panjang berwarna hitam, aku pergi mengantar noonaku
tersayang.
~
~
~
@Mini market
Aku memarkirkan
mobilku di tempat yang telah disediakan.Aku dan noonaku keluar dari mobil dan
berjalan menuju pintu masuk.
“Oso
Osipsiyo.” kata petugas
kasir, setelah kami berdua –aku dan noona- masuk ke dalam minimarket tersebut.
Noona mengambil keranjang yang memang sudah di siapkan di sana. Aku mengikuti
noona dari belakang, sambil melihat-lihat. Satu persatu makanan ringan yang di
pilih sama noona masuk ke dalam keranjang, sedangkan aku hanya diam
mengikutinya sambil melipat kedua tanganku. Setelah noona merasa tidak ada yang
kurang, ia pergi menuju kasir untuk membayar.
“Ini.” Ucap
noona sambil menyodorkan keranjangnya. Satu persatu makanan ringan tersebut di
hitung.
“Berapa
semuanya?” tanya noonaku kepada petugas kasir, sambil membuka dompet hijaunya.
“Ne.” Ucap noona, sambil menyodorkan selembar
uang. Lalu mengambil tas plastik yang di dalamnya terdapat makanan ringan, dan
memberikannya padaku. -_-
“Mannaseo
bangapseummnida,gamshamnida.” Ucap petugas kasir sambil membungkukkan badannya, setelah
memberi noona sisa uangnya.
“Cheonmal
gamshamnida.” Kata noonaku. Dan pergi keluar menuju tempat mobilku berada, lalu
pulang ke rumah.
~
~
~
@Kyuhyun’s Room
Rasanya badanku
ini lelah sekali. Aku segera melepas pakaianku, dan menggantinya dengan piyama.
“Ahhh..”
gumamku setelah menjatuhkan tubuhku di atas kasur yang empuk. Aku teringat
dengan kata-kata noona tadi waktu di perjalanan pulang.
~Flashback On~
“Kyuhyun-ah..”
panggil noona.
“Mwoya?”
jawabku sambil menyetir tanpa melihat ke arah noona.
“Apa kau tidak
berniat untuk mencari seorang yeoja?” tanya noona, yang membuatku terkejut.
“M...M..MWO?
Anio, aku belum niat untuk mencari seorang yeoja noona.” Jawabku dengan nada
lesu. Aku paling males kalau lagi membicarakan seorang yeoja, karena aku tidak
mau lagi seperti dulu.
“Emmmmm,
arrasseo.” Ucap noona sambil memalingkan wajahnya menghadap ke jendela mobil.
~Flashback Off~
“Shireo..!”
kataku dengan nada kesal. Ahh, lebih baik sekarang aku tidur, besok aku harus
mengajar lagi dan bertemu dengan yeoja cantik itu. Zzzzz
[Kyuhyun’s POV end]
[Author POV]
Setelah makan
malam bersama, ajhumma membereskan piring-piring kotor di atas meja makan.Hyun Ji
berjalan menuju tangga, satu persatu anak tangga ia naiki. Sesampainya di depan
pintu kamar, ia menggenggam gagang pintu kamar lalu menekannya ke bawah.
“KLEK” akhirnya
pintu kamarnya terbuka, lalu ia mengganti pakaiannya dengan pakaian tidur.
Setelah mengganti pakaiannya, ia merebahkan tubuhnya di atas kasur.
“Huf, capek
banget hari ini.” Gumamnya setelah tubuhnya berada di atas kasur.
‘Aku harus
tidur, karena besok aku ada kuliah pagi. Bisa mati aku kalau telat lagi,
apalagi akan di hukum sama seonsaengnim yang super duper tampan ehh salah
maksudku dia itu menyebalkan kalau lagi marah. Tapi sebenarnya dia tampan
juga.’ Katanya dalam hati sambil tersenyum di akhir katanya. Ia sekarang sudah
berada di alam mimpi yang sangat indah #AUTHOR= ayo kita pergi,, jangan ganggu
Hyun Ji lagi tidur. Entar kalau terbangun, kaya singa mengamuk! *plakk ampun
Hyun, ampun. ABAIKAN#
~
~
~
Sinar mentari
pagi membangunkan seorang yeoja dari tidurnya. Ya, dengan sangat malas Hyun Ji
menggeliat sambil merengangkan otot-ototnya.
“Eummmm”
gumamnya saat beranjak dari kasur dan membuka jendela di kamarnya, dan ia
melirik jam dindingnya. Segera ia menuju ke kamar mandi, karena jam dindingnya
menunjukkan pukul 06.00. Setelah membersihkan tubuhnya, ia menuju lemari dan
mengambil pakaian yang akan ia gunakan hari ini. Setelah memakai pakaiannya,
sejenak ia berkaca-kaca hendak meyakinkan kalau pakaian ini cocok untuk dia
gunakan hari ini. Setelah merasa yakin, dengan penuh percaya diri, Hyun Ji
menuruni tangga sambil menampilkan senyum termanisnya itu.
[Author POV end]
[Hyun Ji’s POV]
“Ajhumma?”
panggilku kepada ajhumma. Karna aku merasa ada yang kurang lengkap hari ini. Ya
benar, dari sejauh mataku memandang aku tidak melihat eomma dan appaku dari
tadi.
“Ne?” jawab
ajhumma sambil menyiapkan roti buatku.
“Kemana eomma
dan appa? Wae mereka tidak ikut sarapan pagi hari ini?” “Mereka mendadak pergi
ke Paris karena ada bisnis yang tidak bisa di tinggalkan.” Jawab ajhumma.
“Wae, wae
mereka tidak memberitahuku?” tanyaku dengan nada sedikit naik.
“Mereka tidak
mau membangunkan nona yang sedang tidur pulas.” Jawab ajhumma sambil melihat ke
arahku.
“Oh, ne” ucapku
lirih, sambil duduk di meja makan dan memakan roti yang telah ajhumma buatkan
untukku.
Ddrrrrttt
Drrrrttt
Aku membuka
sebuah pesan singkat.
Froom = Yesung oppa^^
“Hyun Ji-ah, palli. Aku sudah
berada di depan rumahmu ne?”
Setelah membaca
pesan singkat dari yesung, segera aku keluar menuju mobil yesung.
“Mianhae, aku
lama?” kataku, setelah aku berada di dalam mobilnya.
“Gwenchana.”
Jawabnya singkat, lalu melajukan mobilnya menuju kampus. Di dalam perjalanan
kami hanya menatap jalanan tanpa ada suara sedikitpun. Aku tak tahu mengapa
yesung tak bicara, biasanya dia kan selalu bicara alias cerewet (?) #Ditabok
Yesung X|#
~
~
@Seoul
National University [SNU]
Yesung
memarkirkan mobil berwarna hitam itu di tempat parkiran khusus.
“Hyun Ji-ah?”
panggil yesung, setelah aku dan dia berada di luar mobil.
“Mwo?” jawabku,
sambil berjalan.
“Mianhae, aku
ada rapat mendadak. Bisakah kamu pergi ke dalam kampus sendirian?” tanyanya
sambil menghentikan langkahku dengan menggenggam tanganku.
“Eumm. Ne,
arasseo.” jawabku sambil membalik tubuhku sampai berhadapan dengannya.
“Gomawo?”
ucapnya setelah melepaskan tanganku.
“Cheonmal
yesung-ie.” Jawabku. Setelah aku menjawabnya, lalu ia menuju mobilnya dan
melajukan mobilnya menuju tempat yang telah ditentukan. Segera aku masuk ke
dalam kampus, karena aku tak mau Seonsaengnim menghukumku hari ini. Dengan
mantap aku melangkahkan kakiku masuk ke dalam kelas dan duduk di bangkuku.
“Hey!” panggil
seorang yeoja yang tak asing bagiku, dia adalah sahabatku. Dia bernama Choi Hya
Ra.
“Ahh, ne?”
jawabku.
“Mianhae,
kemarin aku tak masuk kampus. Appaku lagi sakit.”
“Ne,
gwenchana.” Jawabku sambil mengangguk.
“Kau tau, dosen
baru disini. Dia tampan sekali, dan beruntung banget dia mengajar di kelas
ini.” Katanya sambil kegirangan.
“MWO? Maksudmu,
Cho Kyuhyun?” kataku kaget sambil membulatkan mataku.
“Ne, tapi....
aku tak mungkin bisa mendapatkannya...” ucap Hya Ra dengan nada sedih dan
menundukkan kepalannya.
“Wae? Apa Seonsaengnim
mempunyai yeoja chingu?” tanyaku. Dan dadaku mulai sesak, rasanya aku tak bisa
menerima jika Seonsaengnim yang memang tampan itu mempunyai seorang yeoja.
Aaaiisshh... ani ani, aku tak boleh begini.
“Ani, dia tak
mempunyai seorang yeoja...” jawabnya yang membuat dadaku bisa bernafas lega.
“Tapi...”
lanjutnya, yang membuat jantungku berdetak kencang.
“Mwo..? Jebal
katakan...” kataku sambil menggoyang-goyangkan tangannya, agar dia mau
menceritakannya padaku. Aku tak tahu mengapa aku sepenasaran seperti ini.
“Tapi,
sepertinya dia tak tertarik kepada yeoja.”
“Wae, apa dia
gey?” tanyaku lirih di kata terakhir, agar tak ada yang dengar.
“PLETAK” sebuah
pukulan kecil yang mendarat di kepalaku.
“Appo!” gerutuku,
sambil memegangi kepalaku yang barusan di pukul olehnya.
“Aiishhh,,
jangan nuduh sembarangan. Seonsaengnim tak tertarik pada yeoja, karena yeoja
yang dulu ia cintai pergi meninggalkannya bersama seorang namja lain.!” Terang
Hya Ra panjang lebar. Entah Hya Ra dapat dari mana info itu, aku hanya
mendengarkan ucapan Hya Ra. Dan tak lama kemudian, Seonsaengnim –Kyuhyun- mulai
memasuki ruang kelas kami.
“Annyeonghaseo!”
ucap Seonsaengnim setelah memasuki kelas dan duduk di tempatnya.
“AnnyeonghaseoSeonsaengnim.” Balas kami
berbarengan.
“Baiklah, kita akan memulai materi baru hari ini.” Ucap Seonsaengnim.
~
~
~
@Kantin
“Hyun Ji-ah..”
panggil Hya Ra padaku.
“Mwo?”
“Aku boleh
duduk di sini ?” tanya Hya Ra.
“Tentu saja,
kata siapa teman terbaikku tidak boleh duduk di sampingku?” ucapku, sambil
bergeser sedikit dari semula.
“Hyun Ji-ah!”
“Ne?”
“Menurutmu, Cho
Kyuhyun tampan?” tanya Hya Ra yg membuatku menghentikan aktifitasku yang sedang
makan roti.
“E... Wae, wae
kamu bertanya seperti itu?” tanyaku balik dengan nada gugup.
“Aisshhh... kau
suka ya??”
“Ani ani...
mana mungkin aku menyukai Seonsaengnim!!” jawabku dengan nada tinggi.
“Okelah,
terserah...” ucap Hya Ra.
“Tapi... aku
masih curiga sama kamu!” lanjutnya.
“W...Wae?”
tanyaku gugup.
“Saat aku
menceritakan tentang Seonsaengnim, kamu sangat penasaran!” jawabnya. Aku tak
menjawabnya.
[Hyun Ji’s POV end]
[Kyuhyun’s POV]
Perutku udah
tidak bisa di ajak kompromi lagi. Aku melangkahkan kakiku menuju kantin dan
memesan makanan.
“Pesan nasi
goreng 1 dan jus jeruk 1.” Ucapku, sambil menunggu pesananku selesai aku duduk
di kursi yang tak jauh dari tempat aku memesan.
“Ini
pesanannya.” Ucap ajhumma
“Ne,
Gamshamnida.” Kataku, lalu menyantap makanan yang berada di hadapanku. Setelah
makananku habis, aku meminum jus jeruk yang menyegarkan itu. Aku pergi membayar
, lalu pergi menuju ruanganku. Di perjalanan aku melihat yeoja yang tak asing
bagiku, ya dia adalah Hyun Ji yang menggetarkan hatiku tuk yang kedua kali. Kali
ini aku jujur, aku menyukainya. Tapi, aku rasa dia tak memiliki perasaan yang
sama denganku lebih baik aku pendam dulu perasaan ini karna aku tak ingin sakit
hatik tuk yang kedua kalinya.
~
~
~
@Kyuhyun’s Room *udah sampai dirumah
Hari ini aku
pulang tidak terlalu malam. Ya lebih tepatnya aku pulang siang, karena jadwal
mengajarku tak terlalu padat hari ini. Besok hari minggu, lebih baik aku
jalan-jalan mengajak anjingku bermain di taman.
[Kyuhyun’s POV end]
[Hyun Ji’s POV]
@Hyun Ji’s Room
Aku lelah hari
ini, entah apa yang aku lakukan hingga letih seperti ini. Saat aku merebahkan
tubuhku, aku teringat dengan buku diary yang mungkin milik kyuhyun. Ya itu
memang milik kyuhyun karena udah ada namanya tertulis disana. Dengan sedikit malas
aku mengambil buku itu yang terletak di atas mejaku.
“Ahh, ini dia
bukunya.” Setelah aku mengambilnya, aku membuka sebuah halaman yang tertulis
Date : 30 April 2013 [Selasa]
Tepat
di akhir bulan kau meninggalkanku, pergi dengan namja itu. Wae? Kau tahu kan,
kalau aku itu sangat mencintaimu! Kau tega meninggalkanku sendiri dan bahagia
di atas kesedihanku,tak pernahku sangka orang yang sudah menggetarkan hatiku
tuk pertama kalinya pergi begitu saja.
Setelah
membacanya tak terasa aku menitikkan airmata, ya hidupnya sangat menyedihkan.
Dan lebih menyedihkan saat aku juga membuka lembaran-lebaran dan berhenti di
suatu halaman.
Date : 28 Oktober 2008 *ngarang
Tepat
di tanggal ini, aku sudah sembuh dan di perbolehkan pulang. Setelah lama aku
berada di ruma sakit dikarenakan kecelakaan yang menimpaku di tahun 2007. Aku
mempunyai penyakit pneumothorax yang jika aku kelelahan akan sesak nafas...
Airmataku tak
bisa dibendung lagi, begitu menderitanya dia. Aku membuka halaman terakhir yang
dia tulis.
Date : 20 Juni 2013
Aku
bertemu dengan seorang yeoja, dia membuatku sedikit kesal akan tingkahnya.
Karena saat masuk kelas dia diam-diam masuk karena takut ketahuan olehku. Tapi
upayanya tak berhasil, karena aku mengetahuinya. Bagaimana tak mau ketahuan,
aku telah mengabsen terlebih dahulu dan aku yakin dia pasti terlambat. Tapi
tingkahnya itu membuatku gelli, saat aku tak ingin menghukumnya dia mengatakan
“Jeongmal?” dengan senyum riang dan wajahnya hampir sederajat denganku.
Aiiishhh .. apa yang aku rasakan.. ani ani aku tak mungkin mempunyai perasaan
padanya!
setelah membaca
diary yang satu ini, aku sedikit senang. Bagaimana tak senang, ternyata
tentangku juga di tulis olehnya. Aku akan mengembalikan buku ini besok jika aku
bertemu dengannya.
“Euummmm”
gumamku lirih. Rasanya melihat wajah kyuhyun itu membuat jantungku berdetak
kencang merasa nyaman berada di dekatnya, apa mungkin aku memiliki rasa padanya
ya? Ummmm aku tak tahu perasaan apa ini.
~
~
~
Sunday
@MiniPark
Aku duduk di
bawah naungan pohon besar, bersender sambil membaca novel rasanya sejuk sekali.
Ditemani dengan cemilan ringan aku sambil membaca novel itu.
“Hyun Ji-ssi”
panggil seorang namja dari belakang, aku menoleh ke arah belakang dan
mendongakkan wajahku tuk mencari wajahnya agar tahu siapa yang memanggilku.
Wajahnya terhalang oleh sinar matahari, namun saat wajahnya menutupi sinar
matahari itu.... Dan aku kenal dia.
-TBC-
Thank you for reading. Please leave some comment and give a thumb up if you
like my fanfiction.
Mian,kalo FF pertamaku ini GAK MENARIK
sama sekali dan banyak GAJEnya ,,maklum masih pemula jadi masih tahapan First
Meet gitu :3,atau bahasa kurang baku atau EYD dan jalan ceritanya yang acak kadut,, NO BASH!
NEXT Chapternya ?
Commentnya jangan lupa, dimana letak
kekurangannya?
Please leave some comment and give a thumb up if you like my fanfiction.
ThanKYU ! :* =D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar